Lewati ke konten utama
Framework

Empat Fase Model Co-Creation: Dari Immersion sampai Transfer

Sinergi Plus Consulting 6 menit baca

Peta kerja yang kami pakai di setiap engagement — dan alasan kenapa fase terakhirnya justru yang paling menentukan.

Setiap engagement Sync+ berjalan di atas kerangka yang sama. Bukan karena setiap organisasi identik, tetapi karena urutan inilah yang menjaga agar kepemilikan solusi tetap berada di dalam organisasi klien.

Fase 1 — Immersion

Tim klien dan tim Sync+ masuk bersama: deep discovery, memahami budaya kerja, dan memetakan tantangan yang sebenarnya. Outputnya adalah joint problem statement, bukan brief satu arah.

Fase 2 — Ideation & Co-Design

Pengambil keputusan klien duduk bersama spesialis Sync+ dalam workshop, brainstorm, dan pembuatan prototipe. Outputnya adalah shared ownership atas arah solusi — bukan sebuah rekomendasi yang diserahkan.

Fase 3 — Build & Iterate

Tim 50–50: implementasi, pengujian, dan penyempurnaan dikerjakan berdampingan. Di fase inilah tim klien mempelajari metodologinya sambil bekerja, sehingga kapabilitasnya tumbuh dari praktik nyata.

Fase 4 — Transfer & Sustain

Sync+ mundur ke peran advisory. Eksekusi sepenuhnya dipegang tim klien. Fase ini sering dianggap penutup administratif, padahal justru di sinilah nilai sebenarnya diuji: apakah organisasi benar-benar mandiri.

Kenapa urutannya tidak bisa dilompati

Melompati Immersion menghasilkan solusi yang menjawab masalah yang salah. Melompati Co-Design menghasilkan resistensi saat implementasi. Melompati Transfer menghasilkan ketergantungan permanen pada konsultan eksternal — hal yang justru ingin kami hilangkan.

Insight lainnya

Belum Menemukan Apa yang Sebenarnya Menghambat Bisnis Anda?

Melalui konsultasi, kami akan membantu mengeksplorasi tantangan yang sedang dihadapi, menemukan akar permasalahan, dan mengidentifikasi peluang perbaikan yang paling relevan.

Temukan Painpoint bisnismu di Konsultasi Gratis 2 Jam